PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA EFFECT OF DEBT TO EQUITY RATIO ON SHARE RETURN IN SUB COMPANY REGISTERED MINING COAL MINING SECTOR IN INDONESIA STOCK EXCHANGE AYU WULANDARI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR Email HYPERLINK [email protected]

PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTAMBANGAN BATU BARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA EFFECT OF DEBT TO EQUITY RATIO ON SHARE RETURN IN SUB COMPANY REGISTERED MINING COAL MINING SECTOR IN INDONESIA STOCK EXCHANGE AYU WULANDARI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR Email HYPERLINK [email protected] [email protected] 081345559969 ABSTRACT The purpose of this study is to test and analyze empirically the influence of Debt to Equity Ratio to Return Shares on mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The type of research used in this study is associative research that aims to determine the influence or relationship between two variables or more. The technique used in sampling research is purposive sampling and obtained 8 companies that become sample with criteria are (1) Data including 8 mining sector companies listed in Indonesia Stock Exchange period 2013-2017. (2) the company issuing the annual financial statements which ends December 31 and is not a loss and (3) the company that has the financial data related to the complete research variables presented in the Annual Report during 2013-2017. The analytical method used is simple linear regression analysis after the data concluded passed the classical assumption test using SPSS version 24. The results concluded that Ha rejected and Ho accepted because the significance value 0.392 0.05, then it can be taken decision that DER is partially not have a significant effect on stock return. Keywords DER dan Stock Return. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh dari Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian yang di gunakan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling dan diperoleh 8 perusahaan yang menjadi sampel dengan kriteria yaitu (1) Data termasuk 8 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20132017. (2) perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember dan tidak merugi dan (3) perusahaan yang memiliki data keuangan yang berkaitan dengan variabel penelitian secara lengkap yang disajikan di Laporan Tahunan selama 20132017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana setelah data disimpulkan lulus uji asumsi klasik dengan menggunakan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima karena nilai signifikasi 0,392 0,05, maka dapat diambil keputusan bahwa DER secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Kata Kunci DER dan return saham. PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan wahana yang dapat menggalang pengerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari luar negeri makin lama makin dikurangi (Anoraga dan Pakarti, 20011). Return (pengembalian) merupakan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dari hasil berinvestasi yang dilakukan. Menurut Samsul (2006), return adalah pendapatan yang dinyatakan dalam persentase dari modal awal investasi. Pendapatan investasi dalam saham ini merupakan keuntungan yang diperoleh dari jual beli saham, dimana jika untung disebut capital gain dan jika rugi disebut capital loss. Untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi perusahaan, analisis keuangan memerlukan beberapa tolak ukur yaitu rasio atau indeks. Analisis dan interpretasi dari macam-macam rasio dapat memberikan informasi yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi keuangan perusahaan (Kristiana dan Sriwidodo, 2012). Rasio Keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada di dalam laporan keuangan. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian, angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode (Kasmir, 2014). Secara umum, terdapat lima kategori rasio keuangan, yaitu rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, rasio profitabilitas dan rasio pasar (Thrisye dan Simu, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham. Perusahaan pertambangan adalah industri padat modal dan risiko tinggi. Pertambangan mempunyai beberapa karakteristik, yaitu sumber daya yang tidak dapat diperbarui, mempunyai risiko relatif lebih tinggi, dan pengusahaannya mempunyai dampak lingkungan baik fisik maupun sosial yang relatif lebih tinggi dibandingkan pengusahaan komoditi lain pada umumnya. Ada beberapa macam risiko di bidang pertambangan yaitu (eksplorasi) yang berhubungan dengan ketidakpastian penemuan cadangan (produksi), risiko teknologi yang berhubungan dengan ketidakpastian biaya, risiko pasar yang berhubungan dengan perubahan harga, dan risiko kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan perubahan pajak dan harga domestik. Risiko-risiko tersebut berhubungan dengan besaran-besaran yang mempengaruhi keuntungan usaha yaitu produksi, harga, biaya dan pajak. Usaha yang mempunyai risiko lebih tinggi menuntut pengembalian keuntungan (Rate of Return) yang lebih tinggi. Hayat (2014), dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa Current ratio (CR) tidak mempunyai pengaruh terhadap return saham, Total Assets Turnover (TATO) berpengaruh terhadap return saham, Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap return saham, Return on Assets (ROA) berpengaruh terhadap return saham, dan Earning per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap return saham. Alasan peneliti memilih perusahaan pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai objek penelitian ini adalah karena perusahaan pertambangan batu bara pernah menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia akan tetapi karena kondisi nilai rupiah yang tidak stabil memberikan dampak penurunan pada perusahaan pertambangan batu bara, namun pada tahun penelitian perusahaan pertambangan batu bara mulai membaik dapat dilihat dari 8 sampel perusahaan yang diteliti mengalami penurunan pada nilai hutang perusahaan. Maka dengan keadaan tersebut peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Rumusan Masalah Apakah Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap return saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kontribusi Penelitian Kontribusi yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai tolak ukur penelitian selanjutnya bagi para peneliti untuk membuat penelitian dalam perhitungan yang sama yaitu menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) di sub sektor pertambangan. TINJAUAN PUSTAKA Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kredior) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang (Kasmir, 2014). Return Saham return adalah pendapatan yang dinyatakan dalam persentase dari modal awal investasi. Pendapatan investasi dalam saham ini merupakan keuntungan yang diperoleh dari jual beli saham, dimana jika untung disebut capital gain dan jika rugi disebut capital loss (Samsul,2006). Saham dapat didefinisikan sebagai tanda atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin,2006). Jadi return saham adalah kepemilikan modal awal investasi seorang investor yang akan menghasilkan pendapatan dari jual beli saham dimana akan ada dua kemungkinan yaitu untung atau rugi. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Return Saham Debt to Equity Ratio (DER) digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan hutang terhadap ekuitas yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan tingginya ketergantungan permodalan perusahaan terhadap pihak luar sehingga beban perusahaan juga semakin berat. Tentunya hal ini akan mengurangi hak pemegang saham (dalam bentuk dividen). Tingginya Debt to Equity Ratio (DER) akan mempengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan tertentu, karena investor lebih tertarik pada perusahaan yang tidak menanggung terlalu banyak beban hutang. Hal ini didukung dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh penelitian yang dilakukan oleh Thrisye dan Simu (2013) dengan judul Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham BUMN Sektor Pertambangan Periode 2007-2010 yang menyatakan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Sehingga hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah Diduga Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan sub sektor pertambangan yang termasuk di Bursa Efek Indonesia. Diduga Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas, berikut ini adalah gambar model penelitian dalam penelitian ini METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Independen Debt to Equity Ratio (DER) Peterson (1999) debt to equity ratio adalah rasio keuangan yang menunjukkan proporsi relatif dari ekuitas pemegang saham dan utang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Gitman (2009) menyatakan bahwa semakin banyak utang yang digunakan perusahaan terkait dengan total asetnya, semakin besar risikonya untuk tidak dapat memenuhi pembayaran utang kontraktualnya DER Total DebtTotal Equity Variabel Dependen Return Saham Menurut Suhartono (2009) Return adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investai yang dilakukannya. Return dinyatakan dengan rumus (Jogiyanto,2012) Rit Pit-Pit-1 Pit 1 Keterangan Rit return realisasian untuk saham I pada waktu ke t Pit harga penutupan saham i pada waktu ke t Pit 1 harga penutupan saham i pada waktu ke t 1 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data ringkasan performa perusahaan tercatat. Data DER dan Return Saham diambil dari HYPERLINK www.idx.co.idwww.idx.co.id. Jenis penelitian yang di gunakan penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan deskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala (Sugiyono, 2003). Penentuan Populasi dan Sampel Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu (Sugiyono, 2010 dalam Arista dan Asohar, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 22 perusahaan. Berdasarkan populasi yang diambil penulis, berikut adalah kriteria pengambilan sampel yang digunakan penulis Data termasuk 8 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20132017. perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang berakhir 31 Desember dan tidak merugi Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut diatas. perusahaan yang memiliki data keuangan yang berkaitan dengan variabel penelitian secara lengkap yang disajikan di Laporan Tahunan selama 20132017. Tabel 1. Data Sampel Penelitian No.KodeNama Perusahaan1ARIIAtlas Resources Tbk.2BYANBayan Resources Tbk.3DEWADarma Henwa Tbk.4GEMSGolden Energy Mines Tbk.5MYOHSamindo Resources Tbk.6PKPKPerdana Karya Perkasa Tbk.7SMMTGolden Eagle Energy Tbk.8TOBAToba Bara Sejahtera Tbk. Teknik Analisis Data Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen (DER) terhadap variabel dependen (Return), dan untuk mengolah data digunakan program SPSS 24, maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut Y a b (X) Dimana a Konstanta b Koefisien Regresi Y Variabel Dependen (Variabel tak bebas) X Variabel Independen (Variabel bebas) Regresi Linier Menurut Kurniawan (2008), regresi linier adalah metode statistika yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel terikat (dependen respon Y) dengan satu atau lebih variabel bebas (independen, prediktor, X). Apabila banyaknya variabel bebas hanya ada satu, disebut sebagai regresi linier sederhana, sedangkan apabila terdapat lebih dari 1 variabel bebas, disebut sebagai regresi linier berganda. Analisis regresi setidak-tidaknya memiliki 3 kegunaan, yaitu untuk tujuan deskripsi dari fenomena data atau kasus yang sedang diteliti, untuk tujuan kontrol, serta untuk tujuan prediksi. Uji Asumsi Klasik Mengingat metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dan data penelitian yang digunakan adalah data sekunder, maka untuk memenuhi syarat yang ditentukan sehingga penggunaan model regresi linier sederhana perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang digunakan yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2013). Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedasitisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskesdatisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). Uji Autokorelasi Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series, sehingga menggunakan pengujian autokorelasi. Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi (Ghozali, 2013). Hasil dan Pembahasan Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestUnstandardized ResidualN40Normal Parametersa,bMean.0000000Std. Deviation.21108509Most Extreme DifferencesAbsolute.119Positive.109Negative-.119Test Statistic.119Asymp. Sig. (2-tailed).161ca. Test distribution is Normal.b. Calculated from data.c. Lilliefors Significance Correction.(Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Berdasarkan hasil pengolahan pengujian dengan menggunakan One Sample Kolmogrov-Smirnov maka diketahui bahwa DER datanya berdistribusi normal. Hal ini dikarenakan nilai Asymp. Sig 0,161 0,05. Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas (Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Berdasarkan output Scatterplots di atas diketahui bahwa Titik-titik data penyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0. Titik-titik tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja. Penyebaran titik-titik data tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali. Penyebaran titik-titik data tidak berpola. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 3. Kriteria Nilai Durbin-Watson Nilai D-WKeterangan1,10Ada Autokorelasi1,10-1,54Tidak Ada Kesimpulan1,55-2,46Tidak Ada Autokorelasi2,46-2,90Tidak Ada Kesimpulan2,90Ada Autokorelasi(Sumber Tony Wijaya (2009). Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the EstimateDurbin-Watson1.139a.019-.006.213841.425a. Predictors (Constant), DERb. Dependent Variable SQRT_Y(Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Tabel ini menunjukkan bahwa angka Durbin-Watson lebih besar dari 1,10 dan lebih kecil dari 1,54 yaitu sebesar 1,425 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesimpulan apakah terdapat autokorelasi atau tidak maka di lanjutkan dengan runt test. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi. Runs TestUnstandardized ResidualTest Valuea.02216Cases Test Value20Cases Test Value20Total Cases40Number of Runs22Z.160Asymp. Sig. (2-tailed).873a. Median(Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Tabel ini menunjukkan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,873 dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi. Analisis Regresi Sederhana Tabel 6. Analisis Regresi Linear Sederhana CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant).963.04820.274.000DER.020.023.139.866.392a. Dependent Variable SQRT_Y(Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Tabel diatas menjelaskan bahwa nilai Constant (a) sebesar 0,963, sedangkan nilai DER (b / koefisien regresi) sebesar 0,020, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis Y a bX Y 0,963 0,020X Artinya yaitu Konstanta sebesar 0,963, mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Return Saham adalah sebesar 0,963. Koefisien regresi X sebesar 0,020 artinya bahwa setiap penambahan 1 nilai DER, maka nilai Return Saham bertambah sebesar 0,020. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X dan Y adalah positif. Berdasarkan pengambilan keputusan dalam analisis regresi dengan melihat nilai signifikansi, maka hasil output adalah 0,392 0,05, karena nilai konstanta lebih besar dari 0,05 artinya tidak ada pengaruh DER terhadap Return Saham. Uji Hipotesis. Uji Korelasi (R) Tabel 7. Interprestasi Koefisien Korelasi Interval KoefisienTingkat Hubungan0,00 0,199Sangat Rendah0,20 0,399Rendah0,40 0,599Sedang0,60 0,799Kuat0,80 1,00Sangat KuatSumber Sugiyono, metodelogi penelitian administrasi (2009). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh DER terhadap Return Saham maka bisa dilihat dari Interprestasi Koefisien Korelasi yang di kemukakan oleh (Sugiyono2009) Tabel 8. Hasil Uji Korelasi dan Uji Koefisien Determinasi Model SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the EstimateDurbin-Watson1.139a.019-.006.213841.425a. Predictors (Constant), DERb. Dependent Variable SQRT_Y(Sumber output SPSS 24.00, Data diolah 2018). Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan nilai sebesar 0,139 berada di interval 0,00 0,199 yang berarti bahwa hubungan antara variabel sangat rendah. Uji Korelasi Determinasi (R Square) Nilai R Square yang diperoleh dari penelitian sebesar 0,019 atau sama dengan 1,9 artinya variabel DER hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap return saham 1,9 sedangkan sisanya sebesar 98,1 dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return Saham Debt to Equity Ratio (DER) yang tinggi mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi, akibatnya para investor cenderung menghindari saham-saham yang memiliki DER yang tinggi (Ang, 1997). DER akan mempengaruhi kinerja perusahaan dan berdampak terhadap return saham. DER yang terlalu tinggi mempunyai dampak buruk terhadap kinerja perusahaan, karena perusahaan yang nilai hutangnya tinggi akan mengurangi keuntungan. Koefisien regresi X sebesar 0,020 artinya bahwa setiap penambahan 1 nilai DER, maka nilai Return Saham bertambah sebesar 0,020. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X dan Y adalah positif atau searah, artinya jika Debt to Equity Ratio (DER) naik, maka return saham juga naik. Penelitian ini menyatakan hipotesis bahwa DER berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat dilihat bahwa nilai signifikan dari DER sebesar 0,392. Karena nilai ini lebih besar dari 0,05, Maka dapat disimpulkan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Return Saham atau Ha ditolak dan Ho diterima. Dalam hal ini menyebabkan bahwa semakin tinggi DER maka Return Saham akan menurun, dan begitu juga sebaliknya. Hasil ini konsisten dengan penelitian Nainggolan (2009) yang menyatakan bahwa DER secara signifikan tidak berpengaruh terhadap return saham. Karena dilihat dari nilai t sebesar 1.565 dengan probabilitas sebesar 0.125. Karena probabilitas jauh lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif kedua (Ha2) gagal diterima dan menerima alternatif kedua (Ho2) Hal itu berarti bahwa variabel DER tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Return saham bukan suatu harga yang tetap karena return saham selalu bergerak setiap detiknya. Pada penelitian ini faktor yang mempengaruhi return saham baik dari faktor internal adalah faktor yang ada di dalam perusahaan. Didalam penelitian ini 8 sampel perusahaan yang diteliti sebagian besar perusahaan mengalami penurunan pada nilai hutang perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya. Faktor eksternal yaitu seperti kondisi perekonomian global. Untuk itu seorang investor harus mampu menganalisis perusahaan untuk berinvestasi. Kesimpulan Penelitian ini untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh dari Debt to Equity Ratio terhadap Return Saham pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh variabel independen (DER) terhadap variabel dependen (Return), dan untuk mengolah data digunakan program SPSS 24. Sebelum melakukan Analisis regresi sederhana harus memenuhi Uji Asumsi Klasik yaitu Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas dan Uji Autokorelasi. Hasil dari Uji Normalitas adalah 0,161 lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal, Hasil dari Uji Heteroskedastisitas adalah dari hasil gambar memenuhi dasar keputusan sehingga hasilnya data tidak terjadi Heteroskedastisitas. Dan Hasil dari Uji Autokorelasi adalah 0,873 lebih besar dari 0,05 sehingga data tidak terdapat gejala autokorelasi. Hasil dari Analisis regresi sederhana adalah 0,392 lebih besar dari 0,05 artinya DER tidak berpengaruh terhadap return saham atau tidak signifikan. Hasil dari Korelasi (R) menunjukkan nilai sebesar 0,139 berada di interval 0,00 0,199 yang berarti bahwa hubungan antara variabel sangat rendah. Hasil dari Korelasi Determinasi (R Square) adalah sebesar 0,019 atau sama dengan 1,9 artinya variabel DER hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap return saham 1,9 sedangkan sisanya sebesar 98,1 dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Saran Saran untuk penelitian ini adalah (1) menambah sampel penelitian, misalnya seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, tidak hanya perusahaan pertambangan batu bara. (2) menambah variabel independen seperti PER, ROA dan CR. (3) memperpanjang waktu tahun penelitian. Referensi Ang, Robert (1997), Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Jakarta, Mediasoft Indonesia. Arista dan Astohar. 2012. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return Saham (Kasus pada perusahaan Manufaktur yang Go Public di BEI periode tahun 2005-2009). Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan, Vol.3, No.1, Mei 2012. Cokorda Istri Indah Puspitadewi Henny Rahyuda (2016). Pengaruh Der, Roa, Per Dan Eva Terhadap Return Saham. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 5, No. 3, 2016 1429-1456. Pada Perusahaan Food And Beverage Di BEI. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gitman L.J. 2009. Principles of Managerial Finance 12th Edition. Pearson. Kasmir. (2014). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi, Cetakan keempat belas, PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta. Kasmir. (2014). Dasar-dasar perbankan. Cetakan Kedua, PT.RajaGrafindo Persada, Jakarta. Kristiana dan Sriwidodo (2012) Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Return Saham Investor pada Perusahaan Manufaktur di BEI. Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Nainggolan, Piter. 2009. Pengaruh Current ratio, Debt to Equity Ratio dan Return on Asset Terhadap Return Saham pada Perusahaan yang tergabung dalam Indeks Bisnis 27. Jurnal Akuntansi Bisnis, Vol. 2, No. 2. Pandji Anoraga Piji Pakarti. (2001). Pengantar Pasar Modal. JakartaPT. Rineka Cipta. Peterson, Pamela (1999). Analysis of Financial Statements. New York Willey. Risca Yuliana Thrisye Nicodemus Simu (2013). Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham BUMN Sektor Pertambangan Periode 2007-2010. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, Vol.8 No.2, Juli 2013. Samsul, Mohammad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. SurabayaErlangga. Sugiyono, 2003. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kelima Penerbit CV. Alfabeta Bandung Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Administrasi. Bandung Cv. Alfabeta. Tjiptono Darmadji M. Fakhrudin Hendy. 2006. Pasar Modal di Indonesia. Salemba Empat. Jakarta. Tony Wijaya. (2009). Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS. Yogyakarta Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Wahid Al Hayat. (2014). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2013). Naskah Publikasi. HYPERLINK http//www.idx.co.id www.idx.co.id, diakses pada tanggal 04-07-2018. PAGE MERGEFORMAT 11 Variabel Dependen Return Saham (Y) Variabel Independen Debt to Equity Ratio (X) A GVi1n kZ7IGud,877oUXXh._7oJgKSKs.LUqeygP_AbpEjiXp8wvvWTv
[email protected]@JUXU_.YL.-.gGMAAXZZksss hP7IKOiiijSmz 5If6_D666_Vr x52C V33T-qqqLzNuB_si FVZThJcvo [email protected])hYVBh,WVVTil6Vm46-72r6GNso43O…xFUDCj61/KqrnBmsCYK(ymekmIJJwjj4Mr(/kAUjq(FUfK.BNXE4,199yjV_7CUJY 9tRoMKKdF28jN(UDCTm WRp5ZavDpU-qJ/D myVgz)S VeX,V,A(NHx,)) MZjgqDuUo7mllV7ZZRSzPJhV_cb,s/[email protected]
SZZI)X
bcfvxx_ixynnWO/TTTlV_4HyFRg)zM_([email protected] QmFn(XfecEEE6Iz/ yZVV_mhFvbKKKK4i)QKz)–6Cm4a4uYWVdV,,_G-,,KK(_zXEL,n)-,.OkeSGoh(cd.PHzZx17.2Pb5HsjaFFF_wE7jM2dXmPMc5XEj LcCI/[email protected],xrY_7sRJp/KE/oZQQUKNSVUUwMAFWn2ygQsTx/_pmveG/hX 2m VCp8OLbrARo_mTi_WY3g6zjmZ9PJFdl2)tnkll47Ml
i7oi6JKKMOVIdeRLRrl6ix-Fup 2yxUBlUXpT2 aX2mOJJJAa5bn.e pvE2Y CyQ5 IcUmTwW2U(2jxo/6FmW_GsyXw)wCFtv1-Wk2jSyxA9bUyltLct AX Y, dXiJ(x(I_TS1EZBmU/xYy5g/GMGeD3Vqq8K)fw9
xrxwrTZaGy8IjbRcXI
u3KGnD1NIBs
RuKV.ELM2fiVvlu8zH
(W )6-rCSj id DAIqbJx6kASht(QpmcaSlXP1Mh9MVdDAaVBfJP8AVf 6Q